Bahan-Bahan Pengganti Vetsin | Catering Sehat Tanpa Vetsin di Jakarta

Suatu kali ada seseorang yang menanyakan kepada Dpawon Catering, "apakah benar Dpawon Catering benar-benar tidak menggunakan Vetsin pada seluruh masakan Dpawon Catering? Ataukah Dpawon Catering hanya menulis tidak menggunakan Vetsin dan mempromosikannya secara terus menerus di Web Dpawon Catering tapi tetap mencampurkannya seperti Jasa Catering lainnya?".

Mendengar hal ini awalnya saya sangat berang. Namun dengan cepat saya mengontrol diri dan segera saya bantah dan saya sangkal pertanyaan tersebut.

Perlu kami tegaskan dan perlu kami garis bawahi bahwa kami tidak menggunakan Vetsin sama sekali.

Kami telah mempunyai komitmen dan tetap konsisten untuk tidak menggunakan Vetsin pada seluruh masakan kami (terkecuali untuk Special Order dimana pemesan memang menghendaki kami untuk mencampurkan Vetsin pada pesanannya, semisal untuk prasmanan dan lain sebagainya).

"Mohon Jangan samakan Dpawon Catering dengan Catering lainnya yang hanya berpromosi tidak menggunakan Vetsin namun tetap menggunakannya pada masakan olahannya!" demikian ujar saya waktu itu.

Lantas timbul pertanyaan kembali, "Bagaimana cara Dpawon Catering menyedapkan masakannya bila tanpa menggunakan Vetsin?"

Awalnya saya segan menjawab pertanyaan tersebut, "Buang-buang waktu saya saja..." Batin saya, dan dalam hati saya langsung bertanya-tanya, "Jangan-Jangan penelepon ini dari Jasa Catering lain?"

Namun dengan penuh rasa hormat saya tetap melayani pertanyaan demi pertanyaan dan saya jawab dengan segenap hati.

Benar saja dugaan saya! diujung pembicaraan penelepon tadi tidak memesan paket apapun dengan dalih "Saya konfirmasi dulu dengan keluarga saya, nanti saya hubungi kembali" begitu katanya.

Penelepon semacam ini sering saya jumpai selama saya bekerja sebagai Tenaga Marketing di Dpawon Catering. Umumnya sih dari Jasa Catering lain hanya sekedar membandingkan harga, minta daftar menu atau minta Test Food sebagai bahan perbandingan dengan Catering yang mereka kelola.

Perbuatan semacam ini tidak pernah kami lakukan dan sangat dilarang oleh Bu Totok Sarsito sebagai pemilik Dpawon Catering. Menurut Bu Totok Sarsito, Dpawon Catering tidak perlu mencontoh Jasa Catering lain. Bu Totok Sarsito lebih menekankan perbaikan layanan jasa secara Internal tanpa harus membandingkan dengan Jasa Catering lainnya. Hal lain yang sering Bu Totok Sarsito tekankan kepada seluruh karyawan Dpawon Catering adalah konsistensi dalam menjaga komitmen Dpawon Catering untuk selalu memberikan layanan jasa dengan sebaik mungkin.

Rahasia di Balik Kelezatan Masakan Dpawon Catering

Awalnya kami tetap merahasiakan trik menyedapkan masakan kami tersebut dari siapapun. Namun setelah banyaknya pertanyaan mengenai hal tersebut maka mulai saat ini kami mencoba membagikan rahasia dapur kami tersebut kepada Anda.

Tulisan ini kami hadirkan sekaligus untuk menyangkal dan untuk mementahkan anggapan siapapun yang menilai kami tetap mencampurkan Vetsin pada masakan kami sebagaimana Jasa Catering lainnya.

Untuk menyedapkan masakan, Kami banyak belajar dari para juru masak tradisional yang makanannya pernah kami cicipi dan tempatnya pernah kami sambangi.

Sebagai contoh, ketika kami melakukan perjalanan ke Jawa Tengah, di tengah perjalanan kami berhenti di sebuah warung yang menjual Tahu Gimbal.

Di Warung Makan kecil tersebut kami memesan beberapa porsi Tahu Gimbal.

Saat si penjual menyiapkan bumbu, beberapa dari kami memperhatikan dengan seksama bagaimana si penjual membuat bumbu Tahu Gimbal tersebut.

Dengan sangat cekatan Si Penjual meletakkan beberapa buah Cabai Rawit dan Cabai Merah, Bawang Putih dan Garam dan kemudian menghaluskannya dengan menggunakan sebuah cobek dari batu (hal ini yang di kemudian hari mengilhami kami untuk menggunakan Cobek sebagai Ikon kami).

Lalu si penjual menambahkan kacang goreng dan menghaluskannya sebagaimana bumbu yang terdahulu.

Setelah itu si penjual menambahkan gula merah, sedikit kecap manis dan beberapa sendok larutan Asam Jawa ke bumbu yang telah dihaluskan tadi dan menghaluskannya sekali lagi.

Setelah bumbu tersebut halus, si penjual memotong beberapa buah tahu Goreng, tempe goreng, Gimbal udang, kol dan mentimun. Setelah semua bahan tersebut terpotong di piring si penjual kemudian menyiramkan bumbu kacang di atasnya.

Sebelum menghidangkannya kepada kami, si penjual tersebut menaburkan beberapa buah kerupuk dan Bawang Goreng di atasnya.

Saat tiba di meja kami, kami pun segera melahapnya dan mencoba menilai dengan seksama rasa dari Tahu Gimbal tersebut.

Saya mencomot sebuah tahu yang kebetulan tidak tersiram bumbu, rasanya datar tak ada rasa asin sama sekali, yang ada hanya rasa gurih tahu putih goreng tanpa bumbu, Berarti tahu tersebut digoreng tidak menggunakan bumbu sama sekali.

Demikian pula dengan tempe yang belum tersiram bumbu, yang ada hanya rasa gurih fermentasi kedelai yang telah digoreng, tak ada rasa asin atau rasa lainnya, berarti sama halnya dengan tahu tadi tempe ini juga digoreng tanpa bumbu sama sekali tentunya.

Namun ketika menikmati bagian lainnya yang telah tersiram bumbu kami mendapatkan sensasi rasa yang sungguh berbeda dari biasanya. Rasa gurihnya akan semakin lekat di mulut setelah sekian lama kami mengunyahnya.

Lho kok bisa? Kenapa Tahu Gimbal yang kami santap rasanya bisa sebegitu lezat sementara si penjual tidak menggunakan Vetsin sama sekali?

Ternyata Tahu, Tempe, Kacang dan Udang sangat kaya akan Protein Hewani dan Protein Nabati. Dari Protein tersebut akan terbentuk Asam Amino setelah kita mengunyahnya. Asam Amino tersebut akan menghasilkan Asam Glutamat setelah bercampur dengan enzim-enzim pencernaan di mulut setelah mengalami proses pengunyahan beberapa saat.

Asam Glutamat ini akan tertangkap oleh lidah dan akan mengirimkan sinyal rasa yang tertangkap melalui reseptor-reseptor khusus yang ada di dalam mulut secara lebih kuat.

Secara otomatis rasa gurih, rasa manis, rasa pedas, rasa asin dan rasa asam yang ada dan tertangkap oleh reseptor-reseptor tersebut akan semakin kuat dirasakan oleh lidah dan akan diterjemahkan oleh otak sebagai sebuah kesatuan dan kelengkapan rasa yang menyatu. Kesatuan rasa inilah yang diterjemahkan oleh otak sebagai rasa lezat.

Proses ini mirip dengan proses kerja Vetsin (MSG) yang berfungsi untuk menguatkan rasa yang telah ada. Bedanya, Asam Glutamat yang dihasilakan pada proses pengunyahan di dalam mulut butuh waktu beberapa saat dan bahan yang digunakan adalah bahan alami (Tahu, Tempe, Kacang dan Udang) sedangkan Vetsin sifatnya lebih cepat dan merupakan hasil dari senyawa kimiawi sintesis.

Tentu yang alami akan lebih mudah diurikan kembali oleh tubuh. Oleh karena itulah rasa Lezat yang dihasilakan akan lebih cepat hilang (karena ternetralisir kembali oleh tubuh).

Hal ini sangat berbeda sama sekali dengan rasa lezat yang dihasilkan oleh penggunaan Vetsin pada makanan. Rasa lezat yang dihasilkan oleh Vetsin akan terasa lebih lama dan lebih lekat karena adanya penumpukan senyawa kimiawi di sela-sela syaraf reseptor di dalam otak (hal ini akan ternetralisir setelah beberapa jam setelah konsumsi).

Tak hanya itu, kami juga terilhami oleh para juru masak dari masakan padang yang menguatkan rasa dengan menambahkan beberapa rempah-rempah dan sayuran tertentu yang kaya akan Protein Nabati pada masakan mereka.

Berbeda lagi di negara Eropa, orang-orang di sana menggunakan campuran saus tomat, keju, mayonaise, susu, yoghurt, kacang-kacangan, jagung, kaldu sapi, kaldu ayam dan lain sebagainya untuk menyedapkan rasa masakan mereka.

Daftar Bahan-Bahan Pengganti Vetsin

Berikut ini adalah beberapa bahan yang dapat Anda campurkan untuk menggantikan Vetsin sebagai penyedap rasa pada masakan Anda.

  1. Kaldu Sapi
  2. Kaldu Ayam
  3. Udang / Udang Goreng / Halusan Daging Udang
  4. Tahu
  5. Tempe / Tempe Semangit (Tempe semangit mampu menebalkan rasa tumisan atau sayur bersantan)
  6. Tempe Gembus (hasil fermentasi ampas tahu dengan ragi tempe, berwarna putih dan bertekstur kenyal. Biasanya dicampurkan ke dalam tumisan.)
  7. Rebon (sejenis udang kecil. Rebon yang digoreng kering juga dapat menggantikan Terasi saat membuat sambal kering.)
  8. Susu
  9. Mayonaise
  10. Yoghurt
  11. Kedelai / Susu Kedelai
  12. Jagung / Putren (Jagung Muda)
  13. Ebi (Udang Kecil) / Ebi Kering yang telah dihaluskan
  14. Kacang Tanah / Selai Kacang / Kacang Goreng
  15. Tomat / Saus Tomat (Tomat juga salah satu jenis buah sayur yang sangat kaya akan Asam Glutamat alami.)
  16. Kacang-Kacangan
  17. Mentega / Margarine
  18. Keju / Parutan Keju / Keju Bubuk (dapat Anda campurkan ke dalam sayuran kering seperti Salad atau Tumisan.)
  19. Beberapa Jenis Rumput Laut
  20. Beberapa Jenis Jamur
  21. Beberapa jenis Batang-batangan dari Tumbuhan Rhyzoma seperti Ginseng, Jahe, Kunyit, Lengkuas dan lain sebagainya.
  22. Kerang, Cumi, Ikan dan bahan-bahan Sea Food lainnya.
Note:
  • Jika Anda menggunakan bahan Protein Hewani sebagai penyedap rasa, Anda dapat menambahkan Jahe, Kemiri dan Ketumbar yang telah disangrai pada bumbu masakan Anda.
  • Kurangilah memasak daging-dagingan dengan cara dibakar, digoreng atau dipanggang. Asam Gliserat yang dihasilkan pada proses pengolahan makanan semacam ini dapat memperbesar potensi terkena kolesterol tinggi, memperbesar potensi serangan kanker dan beragam pengaruh buruk terhadap kesehatan lainnya.
  • Seimbangkanlah kandungan Lemak Hewani, Lemak Nabati, Protein Hewani, Protein Nabati, Serat, Zat Hijau Daun, beragam Mineral Alami, Vitamin A, Vitamin B1 – B12, Vitamin C, Vitamin E dan Karbohidrat dalam komposisi yang tepat dalam menyusun menu sehari-hari Anda.
See more Detail

ORDER NOW!

Contact Form